Pengertian Kelarutan

Pernahkah kalian melarutkan garam dapur ke dalam air? Ketika kita melarutkan satu sendok garam dapur ke dalam satu gelas air, maka garam tersebut akan larut. Bagaimana jika ditambahkan garam dapur lebih banyak lagi? Apakah garam dapur tersebut dapat larut juga?

Di dalam air, garam dapur (NaCl) melarut dan terdisosiasi menjadi ion-ionnya (Na+dan Cl). Penambahan kristal garam dapur lebih lanjut akan menyebabkan molaritas ion-ionnya dalam larutan semakin tinggi. Sehingga apabila penambahan Kristal NaCl ini dilakukan terus menerus, maka  suatu saat garam tersebut tidak akan larut lagi. Hal ini berarti bahwa larutan garam dapur sudah mencapai konsentrasi maksimum yang dimungkinkan atau dikatakan larutan dalam keadaan jenuh.  Ketika sudah tercapai larutan jenuh, berapapun jumlah garam yang ditambahkan , garam tersebut hanya akan tenggelam ke dasar air membentuk endapan Kristal. Dari fakta inilah kemudian muncul istilah kelarutan.

Jadi kelarutan (solubility,s) dari zat terlarut merupakan jumlah maksimum zat terlarut yang akan larut dalam sejumlah tertentu pelarut.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi kelarutan suatu zat  adalah sebagai berikut:

1.    Jenis Pelarut

Pernahkan kalian mencampurkan minyak dengan air? Jika pernah, pasti kalian telah mengetahui bahwa minyak dan air tidak dapat bercampur. Sebab, minyak merupakan senyawa non-polar, sedangkan air merupakan senyawa polar. Senyawa non-polar tidak dapat larut dalam senyawa polar, begitu juga sebaliknya. Jadi, bisa disimpulkan bahwa kedua zat bisa bercampur, asalkan keduanya memiliki jenis yang sama.

2.     Suhu

Kalian sudah mengetahui bahwa gula lebih cepat larut dalam air panas daripada dalam air dingin, bukan? Kelarutan suatu zat berwujud padat semakin tinggi, jika suhunya dinaikkan. Dengan naiknya  suhu larutan, jarak antarmolekul zat padat menjadi renggang. Hal ini  menyebabkan ikatan antarzat padat mudah terlepas oleh gaya tarik molekul-molekul air, sehingga zat tersebut mudah larut.

3.    Pengadukan

Dari pengalaman sehari-hari, kita tahu bahwa gula lebih cepat larut dalam air jika diaduk. Dengan diaduk, tumbukan antarpartikel gula dengan pelarut akan semakin cepat, sehingga gula mudah larut dalam air.

Back to Kelarutan dan hasil kali kelarutan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: