Artikel

Tanaman Tapak Dara dan Kegunaannya

            Tapak dara (Catharantus roseus) merupakan tumbuhan semak menahun dari famili Apocynaceae (kamboja-kambojaan). Tanaman yang berasal dari Amerika Tengah ini dapat tumbuh dari dataran rendah sampai ketinggian 800m diatas permukaan laut, sedangkan di Indonesia tanaman ini dikenal sebagai tanaman hias yang menarik karena bunganya. Tanaman tapak dara dapat tumbuh pada berbagai macam iklim, baik ditempat terbuka maupun tempat terlindung.

Berdasarkan daerahnya tanaman tapak dara dikenal masyarakat dengan nama yang beraneka ragam. Di Jawa orang menyebutnya sebagai kembang tembaga, paku rane, tapak doro, dan bunga serdadu; di Sumatera diberi nama ruru-ruru, rumput jalang; orang Sulawesi memanggilnya sindapor dan di Maluku disebut usia. Tanaman ini juga dikenal dengan nama lain seperti Kemunting Cina,  tanaman kembang sari Cina,  dan Ros Pantai.

Tanaman tapak dara tergolong tumbuhan tingkat rendah yang sering ditanam sebagai tanaman hias karena warna bunganya yang menarik. Tanaman tapak dara ini mempunyai ketinggian 100 cm dengan daun berwarna hijau tua berukuran 2-4 cm yang berbulu disisinya. Batangnya tumbuh tegak dan bercabang banyak. Daunnya juga tersusun secara berhadapan, tanaman tapak dara ini mempunyai bunga yang terdiri dari 5 kelopak dengan warna yang beragam. Ada bunga tapak dara yang berwarna putih, giru, pink dan ada juga yang berwarna ungu.

1. Pengklasifikasian Tanaman Tapak dara (Catharanthus roseus)

 (L) G.Don                                    .

 

* Nama umum

Indonesia:

  Tapak dara, rutu-rutu, kembang serdadu

Malaysia:

  kemunting cina

Pilipina:

  Tsitsirika

Vietnam:

  hoa hai dang

Cina:

  chang chun hua

Inggris:

  Madagascar periwinkle, rose periwinkle

Nama ilmiah    : Catharanthus roseus

Sinonim           : Vinca rosea L

   Kingdom : Plantae  (tumbuhan)
      Subkingdom : Tracheobionta   (berpembuluh)
         Superdivisio : Spermatophyta   (menghasilkan biji)
            Divisio : Magnoliophyta   (berbunga)
               Kelas : Magnoliopsida   (berkeping dua / dikotil)
                  Sub-kelas : Asteridae
                     Ordo : Gentianales
                        Familia : Apocynaceae
                           Genus : Catharanthus
                              Spesies : Catharanthus roseus  (L.) G. Don

2. Ciri Fisik

Sosok   : tergolong tanaman semak yang berbunga .

Batang : bercabang , tingginya dapat mencapai 100 cm, berkayu pada bagian bawah, bulat, berwarna merah tengguli, dan berambut halus.

Daun  : daun agak tebal, tersusun berhadapan bersilang, bentuk daun bulat telur dan meruncing pada bagian pangkal, bertangkai, kedua permukaan daun berambut halus.

Bunga : bunga majemuk dengan lima helai mahkota, bentuk bunga seperti terompet,  warna bunga putih, ungu,dan pink

Buah  : Buah bumbung berbulu, berisi banyak biji yang berwarna hitam, menggantung pada batang

Akarss   :  tunggang

3. Tempat tumbuh

Tapak dara dapat tumbuh di daerah dataran rendah sanpai ketinggian 800 m diatas permukaan laut. Tapak dara ini dapat tumbuh pada bermacam-macam iklim, baik ditempat terbuka maupun tempat terlindung

4. Bagian tanaman yang dimanfaatkan

Semua bagian tanaman akar, daun ,bunga baik dalam keadaan segar maupun sudah dikeringkan.

5. Kandungan Kimia

Dari akar, batangm daun, dan biji ditemukan lebih dari 70 macam alkaloid, termasuk 28 bi-indol alkaloid. Komponen anti kanker yaitu alkaloid seperti vinblastin (VLB), vincristin (VCR), leurosin(VLR), vincadioline dan catharantin. Alkaloid yang berefek hypoglycemic (menurunkan kadar gula darah) adalah : leurosine, catharantin, lochnerine, tetrahydroalstonin, vindolin dan vindolinin.

6. Kegunaan untuk obat

Pencegah leukimia, hipertensi, anti kanker karena dapat menghambat pembelahan sel-sel kanker, pengobatan kencing manis (diabetes melitus), dan mengehentikan pendarahan akibat penurunan jumlah trombosit.

Ada empat zat dalam tapak dara yang bisa dimanfaatkan:

1. Vinblasine, bisa dimanfaatkan dalam pengobatan penyakit leukemia.

2. Vincristine, disamping dipakai dalam pengobatan leukemia, juga kanker payudara, dan tumor ganas lainnya.

3. Vindesine, dipakai dalam pengobatan leukemia pada anak-anak, dan penderita tumor pigmen.

4. Vinorelbine, seringkali digunakan sebagai bahan pengobatan untuk mencegah pembelahan kelenjar.

7.  Efek samping pemakaian

Setelah pemakaian vinblastin biasanya terjadi penurunan sel darah putih (leucopenia) yang kembali normal setelah 1-2 minggu penggunaan obat dihentikan. Dapat menyebabkan hilangnya nafsu makan, dan reaksi pencernaan lainnya seperti mual, muntah, susah buang air besar, menimbulkan gangguan neorologis seperti susah tidur, sakit kepala, depresi mental, sensasi yang abnomal dan kehilangan reflek dalam.

Efek samping vinkristin timbul pada sistem saraf dengan gejala sensasi abnormal, kebas pada tungkai, rasa sakit, lelmah, ganngguan pergerakan, kelumpuhan kelopak mata, alopesia dan terjadi hambatan pada sistem pembuatan sel darah, hemoglobin dan trombosit.

Posted on 11 Mei 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: