5. Larutan Asam dan Basa

Standar Kompetensi

Memahami sifat-sifat larutan asam-basa, metode pengukuran dan terapannya

Kompetensi Dasar

4.1 Mendeskrip-sikan teori-teori asam basa dengan menentukan sifat larutan dan menghitung pH larutan

4.2 Menghitung banyaknya pereaksi dan hasil reaksi dalam larutan elektrolit dari hasil titrasi asam basa

Indikator

  1. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Arrhenius
  2. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry
  3. Menuliskan persamaan reaksi asam dan basa menurut Bronsted dan Lowry dan menunjukkan pasangan asam dan basa konjugasinya
  4. Menjelaskan pengertian asam dan basa menurut Lewis
  5. Mengidentifikasi sifat larutan asam dan basa dengan berbagai indikator.
  6. Memperkirakan pH suatu larutan elektrolit yang idak dikenal berdasarkan hasil pengamatan trayek perubahan warna berbagai indikator asam dan basa.
  7. Menjelaskan pengertian kekuatan asam dan menyimpulkan hasil pengukuran pH dari bebrapa larutan asam dan basa yang konsentrasinya sama.
  8. menghubuangn kekuatan asam atau basa dengan derajat pengionan (α) dan tetapan asam (Ka) atau tetapan basa (Kb)
  9. Menjelaskan penggunaan konsep pH dalam lingkungan.
  10. Menentukan konsentrasi asam atau basa dengan titrasi.
  11. Menentukan kadar zat melalui titrasi.
  12. Menentukan indikator yang tepat digunakan untuk tyitrasi asam dan basa.
  13. Menentukan kadar zat dari data hasil titrasi.
  14. Membuat grafik titrasi dari data hasil percobaan

Pendahuluan

Kalian tentu pernah melihat, bahkan mungkin menggunakan jeruk dan daun sirih. Jeruk, apabila kita cicipi akan terasa masam, dan ketika mengenai tangan terasa kesat. Berbeda dengan daun sirih, apabila terkena di tangan terasa licin dan kalau kita cicipi rasanya sepat/ pahit. Jeruk merupakan salah satu contoh asam, sedangkan daun sirih adalah basa. Mengapa bahan-bahan tersebut mempunyai sifat asam dan basa? Apa sebenarnya larutan asam itu? Apa pula larutan basa? Bagaimana membedakan antara asam dan basa? Kalian akan mengetahui jawabannya setelah mempelajari bab ini.

Larutan asam dan larutan basa merupakan larutan elektrolit. Larutan tersebut dapat pula ikenali dengan ciri lainnya, yaitu sebagai berikut. Asam mempunyai rasa masam. Contoh cuka dapur mempunyai rasa masam karena di dalamnya terkandung asam asetat. Vitamin C, rasanya juga masam karena di dalamnya terkandung asam askorbat. Buah jeruk nipis pun mempunyai rasa masam karena mengandung asam sitrat.

Basa mempunyai rasa pahit dan licin bila dipegang. Contohnya, kapur sirih mempunyai rasa pahit dan sabun bila dipegang terasa licin.

Perlu diketahui tidak semua asam dan basa dapat  dicicipi. Untuk menentukan larutan asam dan basa diuji dengan menggunakan indikator.

Pada bab ini ada beberapa poin yang akan di bahas:

1. Teori Asam basa Arrhenius

2. Teori Asam Basa Brønsted-Lowry

3. Teori Asam Basa Lewis

4. Indikator Asam Basa

5. Derajat Disosiasi Asam dan Basa

6. Derajat Keasaman, pH

7. Titrasi Asam Basa

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: